- Gubernur DKI Jakarta meresmikan Taman Bendera Pusaka pada Sabtu (14/3/2026) sebagai komitmen penambahan RTH.
- Pemerintah DKI menyepakati aturan baru fasos-fasum minimal 1.000 meter persegi untuk penambahan taman.
- Pembangunan puluhan RTH baru direncanakan tanpa APBD melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kepastian terkait penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah ibu kota.
Hal tersebut ia sampaikan secara langsung usai meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan pada Sabtu (14/3/2026).
"Kehadiran Taman Bendera Pusaka ini sendiri menjadi bagian dari komitmen Pemerintah DKI Jakarta untuk memperbanyak ruang terbuka hijau yang modern, inklusif, dan ramah bagi keluarga," ujar Pramono.
Pramono menjelaskan bahwa dirinya bersama Rano Karno selaku Wakil Gubernur telah menyepakati aturan baru mengenai pemanfaatan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).
"Saya dan Bang Doel sudah memutuskan, fasos-fasum yang tidak semuanya harus besar, katakan lah hanya 1.000 meter persegi, sudah kami izinkan," jelas Pramono.
Kebijakan mengenai pelonggaran pemanfaatan lahan tersebut diklaim membuat jumlah taman di Jakarta meningkat secara signifikan.
"Dengan cara ini, sekarang ruang terbuka hijau di Jakarta tumbuh pesat sekali," klaim Pramono di depan Megawati Soekarnoputri yang ikut hadir dalam peresmian.
Mantan Sekretaris Kabinet itu juga mengungkapkan rencana besar untuk menambah puluhan titik hijau baru dalam waktu dekat.
"Bahkan mungkin dalam waktu dekat ini, saya akan meresmikan kurang lebih 23 sampai 25 RTH baru," beber Pramono.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
Pramono menekankan bahwa pembangunan berbagai fasilitas publik tersebut tidak akan membebani keuangan daerah.
"Bisa tidak menggunakan APBD sama sekali, karena memang diizinkan kerja sama dengan swasta," terang Pramono.
Pola kolaborasi dengan pihak swasta ini dipandang sebagai langkah cerdas untuk mempercepat pemerataan taman di seluruh pelosok Jakarta.
Pemerintah DKI Jakarta berharap keberadaan taman-taman mungil ke depan dapat menjadi oase baru bagi warga di tengah hiruk-pikuk kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Perkuat UMKM Kepulauan Talaud Lewat Dedikasi Mantri BRI
-
Mantri BRI Tempuh Perjalanan Antardesa untuk Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Venom Audio Hadirkan Head Unit Berbasis ChatGPT dan Produk Terbaru di GIIAS 2026
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM
-
1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar