Suara.com - Ketua Komisi III Bambang Soesatyo meminta pemerintah harus melanjutkan pencarian aset eks Bank Century yang disembunyikan di luar negeri. Ini setelah penangkapan buron Kasus Bank Century Hartawan Aluwi
"Selain mengorek informasi dari Hartawan Aluwi, Presiden Joko Widodo perlu memerintahkan Jaksa Agung untuk melanjutkan pencarian aset Bank Century di Swiss," kata Bambang dalam pernyataan resminya, Senin (25/4/2016).
Dia yakin Hartawan Aluwi memiliki banyak catatan tentang aset Bank Century. Rekening PT Antaboga Deltasekuritas yang dipimpinnya diketahui menampung uang yang dikirim Robert Tantular.
Tim pencari aset Bank Century diyakini bisa mengorek banyak informasi dari Hartawan. Apalagi, tim ini pernah mengirimkan petugas ke 12 negara yang diduga terdapat aset Century, antara lain di Hongkong, Kepulauan Jersey (Inggris) dan Swiss.
"Akhir pencarian aset Century di Swiss tidak pernah lagi dilaporkan, karena sempat terjadi kericuhan. Pekerjaan yang sudah dilakukan tim pemburu aset dari Kejaksaan Agung dan Kedutaan Besar RI di Swiss harus dihentikan, karena diintervensi oleh tim khusus Century yang dipimpin Wakil Menteri Hukum dan HAM (saat itu) Denny Indrayana. Hasil kerja tim khusus pimpinan Denny tak pernah diketahui," kata Bambang yang menjadi inisiator Hak Angket Skandal Bank Century di DPR.
Dia menambahkan, pada saat pencarian itu, nilai aset Century di Swiss sekitar USD156 juta atau Rp1,5 triliun dengan status dalam pengawasan pengadilan Zurich. Penelusuran aset Century di Swiss layak dilanjutkan.
Karenanya, sambung dia, Presiden hanya perlu memberi instruksi kepada Jaksa Agung dan Menteri Luar Negeri untuk memulai lagi pencarian aset-aset itu.
"Karena pekerjaan itu terhenti akibat intervensi dari pejabat Kemenkum-HAM, presiden pun perlu mengeluarkan instruksi kepada Menteri Hukum dan HAM untuk membuka kembali dokumen-dokumen tentang hasil pencarian aset eks Bank Century oleh tim khusus di kementerian itu," kata Bambang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!