Suara.com - Pernahkah Anda membayangkan, nama sebuah jaringan hotspot bisa menunda keberangkatan pesawat? Hal itu benar-benar terjadi dalam sebuah penerbangan pesawat Maskapai Qantas rute Perth-Melbourne, Australia.
Semua berawal saat seorang penumpang membuka daftar jaringan Wi-Fi yang tersedia di ponselnya dan menemukan satu nama yang amat mengejutkan. Tertulis di situ, "Mobile Detonation Device" atau "Perangkat Detonasi Mobile".
Kru pesawat pun menunda keberangkatan. Pilot pesawat dengan nomor penerbangan QF481 tersebut mengumumkan bahwa pesawat tidak akan lepas landas sampai perangkat tersebut ditemukan. Namun, karena sudah terlanjut takut, sejumlah penumpang memilih keluar dari pesawat.
Kepada Yahoo News, penumpang bernama John Vidler mengatakan, "Dia (pilot) bilang ada perangkat di pesawat yang mempunyai nama yang dinilai mengancam dan kami tidak berangkat sampai perangkat tersebut diserahkan kepadanya".
"Setelah sekitar setengah jam, tidak ada yang mengaku, jaringan Wi-Fi mencakup area yang lumayan luas sehingga itu bisa saja dari seseorang yang berada di bandara," sambung Vidler.
Pesawat tersebut pun baru terbang menuju Perth setelah tiga jam kemudian. (Metro)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!
-
Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?
-
Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo
-
John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!
-
Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos
-
Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela
-
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar