Suara.com - Maskapai Qantas memangkas bonus untuk para eksekutif dan CEO-nya sebesar 15 persen dalam laporan keuangan tahun fiskal 2025. Keputusan tegas ini diambil sebagai buntut dari insiden peretasan siber massal pada Juni lalu yang membocorkan data jutaan pelanggan.
Dalam insiden tersebut, peretas menargetkan pusat panggilan maskapai dan berhasil mengakses basis data pelanggan. Akibatnya, data sekitar enam juta pelanggan yang berisi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan nomor frequent flyer berhasil diretas dan dicuri.
Pihak Qantas memastikan tidak ada rincian kartu kredit atau nomor paspor yang ikut bocor dalam sistem tersebut.
Qantas menyatakan bahwa keputusan pemotongan bonus ini diambil untuk menunjukkan akuntabilitas, meskipun penyelidikan atas insiden tersebut masih berlangsung.
"Meskipun kami menyadari bahwa investigasi atas insiden ini mungkin belum selesai dalam waktu dekat, penting bagi para eksekutif dan pemegang saham kami bahwa konsekuensi remunerasi dari insiden ini ditangani tahun ini," kata Qantas dalam sebuah pernyataan, dilansir Business Times, Jumat (5/9/2025).
Pemotongan ini secara signifikan mengurangi bonus sementara CEO Qantas, Vanessa Hudson, yang kehilangan bonus sebesar 209.118 dolar AS atau sekitar Rp3,4 miliar.
Ironisnya, keputusan ini diambil di tengah lonjakan laba Qantas yang naik hampir seperenam pada tahun fiskal 2025. Kenaikan laba ini didorong oleh pemulihan perjalanan pascapandemi yang berkelanjutan, meningkatnya perjalanan domestik, dan membaiknya kondisi makroekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya