Suara.com - Acara The 3rd Asean Literary Festival 2016 yang digelar hari ini, Kamis (5/5/2016), di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, didemo sekelompok orang. Acara yang rencananya digelar sampai Minggu (8/5/2016) ditolak karena dianggap mendukung penyebaran paham komunis, LGBT, dan mendorong disintegrasi Papua.
"Pelaksanaan The 3rd ALF 2016 yang mengatasnamakan kebebasan berekspresi, keadilan, dan kemanusiaan hanyalah pemanis belaka," kata Sahril Hasibuan, koordinator aksi massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Muslim.
Dugaan mereka didasarkan pada agenda rangkaian kegiatan The 3rd Asean Literary Festival 2016.
Sahril menuntut stop penyelenggaraan The 3rd Asean Literary Festival.
Dia juga menyerukan persatuan bagi masyarakat Papua dalam bingkai NKRI.
Dia juga meminta penyebaran paham-paham pembenaran terhadap LGBT dihentikan karena dianggap tidak sesuai dengan fitrah manusia dan budaya Indonesia
Setelah ditengahi polisi, demonstrasi yang dilakukan sejumlah orang itu berhenti. Tetapi, mereka mengancam kalau besok acara tersebut masih tetap dilaksanakan, akan datang lagi massa dalam jumlah lebih banyak.
Menurut rangkaian acara yang diterima Suara.com, pada hari pertama The 3rd Asean Literary Festival, diisi kegiatan penerjemahan sastra Anton Kurnia, kemudian workshop from literary works to music Ananda Sukarlan, dan malam nanti acara opening nigt by Jose Ramos-Horta, Korean Orchestra, dan Modern Puppet Show.
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade