- Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Dafest Makassar pada 4-8 Agustus 2026.
- Sebanyak 233 peserta dari berbagai daerah bersaing ketat untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina di Kudus.
- Tim pencari bakat legenda bulu tangkis menilai teknik dan mental untuk menjaring talenta muda berbakat di Makassar.
Suara.com - Pencarian bibit pebulu tangkis masa depan Indonesia kembali berlanjut di mana Audisi Umum PB Djarum 2026 kembali digelar di Makassar setelah satu dekade vakum.
Program yang diprakarsai Bakti Olahraga Djarum Foundation ini diikuti 233 peserta dari 73 kabupaten/kota. Mereka bersaing di GOR Dafest Makassar pada 4-8 Agustus 2026.
Kehadiran ajang ini menjadi angin segar bagi talenta muda dari Indonesia Timur yang bermimpi menembus persaingan bulu tangkis level nasional hingga dunia.
Sistem Seleksi Ketat Ala Legenda
Kompetisi pencarian bakat ini mempertandingkan tiga kategori usia, yakni U-11, KU 11, dan KU 12 untuk sektor putra dan putri.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa seleksi awal dilakukan melalui tahap screening dengan sistem gugur.
Setiap pertandingan pada fase ini hanya dimainkan dalam satu gim hingga 21 poin tanpa deuce, dengan perpindahan lapangan saat salah satu pemain mencapai angka 11.
Peserta yang lolos screening melaju ke babak turnamen dengan format best of three games dan sistem 21 poin.
"Audisi Umum PB Djarum kembali ke Makassar karena kami menilai di Pulau Sulawesi merupakan salah satu lumbung atlet bulutangkis potensial," jelas Sigit Budiarto.
"Kami berharap tahun ini bisa menemukan talenta super untuk bergabung dengan PB Djarum," tambahnya.
"Kami juga mengapresiasi ratusan atlet yang tidak hanya datang dari Sulawesi, tapi berbagai provinsi bahkan dari Papua," ungkap legenda ganda putra Indonesia tersebut.
"Tunjukkan kualitas kalian, selamat bertanding, dan #TeruskanSemangatJuara,” ujar Sigit memberikan motivasi pembuka.
Gairah Klub Lokal dan Harapan PBSI
Antusiasme peserta terlihat dari asal daerah mereka yang tidak hanya berasal dari Sulawesi, tetapi juga Banten, Jawa Barat, Kalimantan, NTT, hingga Papua.
Ketua Umum Pengprov PBSI Sulawesi Selatan, Prof. Warsinggih, memandang kembalinya ajang ini sebagai suntikan motivasi bagi ekosistem pembinaan klub lokal.