Setya Novanto (kiri) dan Ade Komarudin saat pengambilan nomor urut calon Ketua Umum Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (7/5/2016). [suara.com/Oke Atmaja]
Ketua Umum Partai Golkar terpilih 2014-2019, Setya Novanto mengatakan akan langsung merapat dengan pemerintah. Tujuannya adalah ikut menjalankan visi negara kesejahteraan 2045. Golkar juga sudah menyatakan resmi keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).
"Sesuai janji saya, maka saya akan kerja sama dengan pemerintah," kata Setya di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (17/5/2016).
Setya sendiri tak mau berandai-andai ketika dukungan ini dibalas dengan jatah Golkar mendapat kursi menteri. Mantan Ketua DPR ini menyerahkan kebijakan pertukaran kursi menteri di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Itu saya serahkan ke Presiden karena itu hak prerogatif presiden," kata dia.
Setya terpilih menjadi ketua umum partai Golkar karena suara terbanyak dari tujuh lawannya. Meskipun demikian, Setya belum bisa menang di putaran pertama karena suaranya kurang sehingga harus digelar putaran dua besama lawan terberatnya, Ade Komarudin.
Namun, Ade memilih mundur jelang putaran kedua sehingga Setya secara otomatis menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Berikut hasil voting pemilihan Ketua Umum Partai Golkar, Ade Komarudin 173 suara, Setya Novanto 277 suara, Airlangga Hartarto 14 suara, Mahyudin 2 suara, Priyo Budi Santoso 1 suara, Aziz Syamsudin 48 suara, Indra Bambang Utoyo 1 suara, Syahrul Yasin Limpo 27 suara, dan tidak sah 11 suara.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!