Suara.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) targetkan dua gelar saat mengikuti turnamen Indonesia Open Super Series Premier di Istora Senayan, Jakarta, 30 Mei-5 Juni 2016. Dua gelar ini diharapkan datang dari sektor ganda putra dan ganda campuran.
Kedua sektor itu dinilai masih jadi yang paling memungkinkan untuk sumbangkan gelar bagi Indonesia. Dalam hal ini, di sektor ganda putra, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi andalan PP PBSI pada kejuaraan yang berhadiah total 900 ribu dolar AS (sekitar Rp12,3 miliar) itu.
Sementara, dari sektor ganda campuran, duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga masih jadi yang paling diharapkan bisa sumbangkan gelar. Nama lain yang diharapkan bisa berprestasi dari sektor ini adalah pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto.
Seperti diketahui, Praveen/Debby sempat mencuri perhatian pencinta bulutangkis tanah air tatkala jadi satu-satunya wakil Merah Putih yang jadi juara di All England 2016 lalu. Prestasi puncak itu diharapkan dapat diulang kembali pasangan peringkat delapan dunia ini di kandang sendiri awal Juni nanti.
"Persiapan para atlet sudah cukup baik. Mereka sudah mulai latihan (khususnya mereka yang baru pulang dari kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2016)," kata Kasubid Humas dan Social Media PP PBSI, Yuni Kartika, saat dihubungi suara.com, Selasa (24/5/2016).
"Target kami di Indonesia Open nanti adalah dua gelar, yakni dari ganda putra dan ganda campuran. Syukur-syukur ganda putri juga bisa jadi juara," lanjut mantan pebulutangkis nasional tunggal putri era 1990-an ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus