Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah menolak permintaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengelola terminal tipe A yang ada di Jakarta.
Penolakan Jonan didasari pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana, pengelolaan terminal penumpang tipe A dikembalikan ke pemerintah pusat. Lantas bagaimana tanggapan Ahok?
"Itu memang UU kan begitu, secara UU terminal tipe A itu dikelola oleh pemerintah pusat. Lalu teman-teman bilang, bisa nggak dikelola oleh kita, kita kan ada UU khusus ibu kota," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/6/2016).
Menurut Ahok, keinginan Pemprov DKI untuk mengambil alih pengelolaan terminal tipe A semata-mata untuk mengatasi kesemrawutan di terminal. Adapun terminal tipe A yang ingin diambil alih yakni, Kampung Rambutan, Pulogadung dan Kalideres.
"Kamu lihat nggak di Pasar Rebo? Pasar Rebo itu semua bus bus yang ngetem ngetem itu bisa nggak (kita) cabut izinnya? Nggak bisa. Kemenhub cabut izin nggak? Nggak juga," kata Ahok.
Setelah Jonan menolak keinginan Pemprov DKI mengelola terminal tipe A membuat Ahok sedikit kecewa.
"Jadi Jakarta nih kacau balau kalau terlalu banyak wewenang dipegang oleh pusat. Makanya kita ajukan. Tapi secara UU jelas memang kewenangan pusat," jelas Ahok.
Selain itu mantan Bupati Belitung Timur ini juga meminta kepada Kemenhub untuk bisa menindak para sopir angkutan umum baik itu dalam kota maupun luar kota yang ngetem sembarangan.
"Tapi semua trayek dari luar kota cabut dong trayeknya kalau bandel ngetem, dan nggak mau masuk ke dalam terminal. Nah itu yang masalah. Tapi secara undang undang, saya akan taat kepada UU," jelas Ahok.
Berita Terkait
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara
-
Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol
-
Bandara Soetta Hujan Ekstrem, Atap Terminal 3 Jebol Hingga 12 Penerbangan Gagal Mendarat
-
Perayaan HUT ke-27, JICT Dorong Kinerja dan Daya Saing Terminal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat