Suara.com - Juara bertahan MotoGP dari tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, berharap penyelenggara jatuhkan sanksi lebih berat pada Andrea Iannone. Hal ini menyusul insiden tabrakan yang terjadi antara Lorenzo dan pebalap Ducati itu di Grand Prix Spanyol, akhir pekan lalu.
Atas hal itu, penyelenggara menjatuhkan hukuman start dari belakang untuk Iannone pada balapan berikutnya di Sirkuit Assen, Belanda, 26 Juni mendatang. Namun, skors itu rupanya tak membuat Lorenzo puas sebagai pihak yang merasa paling dirugikan dalam insiden itu.
Pebalap Spanyol itu meminta penyelenggara jatuhkan hukuman yang membuat Iannone bisa mendapatkan efek jera dan mengubah gaya balapnya. Pasalnya, ini bukan kali pertama pria berusia 29 tahun itu terlibat kecelakaan dengan pebalap lain.
Kejadian pertama terjadi di seri kedua MotoGP GP Argentina, 3 April lalu, dimana ketika itu dia terlibat duel sengit dengan rekan setimnya, Andrea Dovizioso. Duel tersebut berbuah petaka karena keduanya terjatuh beberapa meter jelang garis finis.
"Sukar dipercaya Iannone lakukan kesalahan yang sama lagi. Dan bukannya meminta maaf dia malah bertanya apakah mesin motor saya bermasalah atau sesuatu yang aneh terjadi di tikungan tersebut," kata Lorenzo, kesal.
"Akan selalu ada seorang pebalap tidak mengerti risiko dan aksinya bisa membahayakan pebalap lain. Jika pengawas lomba tak jatuhkan sanksi berat kepadanya, seperti yang sama terima di 2005, maka pebalap seperti itu tidak akan mengerti jika dia harus mengubah mental membalapnya," pungkas Lorenzo.
Insiden kecelakaan Lorenzo dan Iannone terjadi di putaran ke-17 dari 25 putaran yang dilombakan. Ketika itu, kedua pebalap tengah memperebutkan posisi kelima.
Namun, Iannone yang tampak terlambat lakukan pengereman tak mampu mengendalikan motornya dan menabrak Lorenzo yang berada di depannya yang hendak memasuki tikungan ke kiri.
Iannone sendiri musim depan akan pindah ke Suzuki menggantikan Maverick Vinales yang hijrah ke Yamaha. Posisi Iannone di Ducati digantikan Lorenzo. (Crash)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar