Suara.com - Panitia penyelenggara Copa America Centenario 2016 meminta maaf kepada tim nasional Uruguay atas kesalahan kumandang lagu kebangsaan. Peristiwa ini terjadi saat melawan Meksiko, Minggu (5/6/2016), di Grup C Copa America Centenario.
Para peman Uruguay terlihat bingung tatkala lagu kebangsaan Cile yang diputar saat tiba gilirannya lagu kebangsaan Uruguay berkumandang sebelum pertandingan dimulai di Universtiy of Phoenix Stadium, Glendale, Amerika Serikat.
Pihak panitia pun bergegas meminta maaf kepada seluruh tim dan masyarakat Uruguay atas kesalahan yang murni merupakan akibat human error ini.
"Malam ini saat upacara sebelum pertandingan, karena faktor human error, kami secara tak sengaja memainkan lagu kebangsaan yang salah," demikian pernyataan pihak penyelenggara.
"Kami benar-benar minta maaf kepada Federasi sepakbola Uruguay, timnas Uruguay, masyarakat Uruguay dan fans atas kesalahan ini. Kami akan bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat untuk memastikan kesalahan seperti itu tidak terjadi lagi," pungkasnya.
Pertandingannya sendiri dimenangkan Meksiko dengan skor 3-1. Kemenangan ini membuat Meksiko menduduki puncak klasemen sementara dengan poin tiga atau sama dengan yang dimiliki Venezuela, namun Meksiko unggul produktivitas gol.
Sementara, Uruguay menempati peringkat keempat atau terakhir di bawah Jamaika. (Soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Profil Timnas Jerman: Tenaga Muda Der Panzer Siap Jadi Penantang Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
John Henry Kirim Sinyal Keras ke Arne Slot, Liverpool Dilarang Ulangi Rekor Kekalahan Terburuk
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United