Suara.com - Keprihatinan atas adanya tindakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Serang, Banten, merazia dan menyita makanan dagangan di warung Tegal terus datang secara bergelombang di media sosial.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan luas setelah tindakan petugas Satpol PP Pemerintah Kota Serang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta.
Netizen bernama Ramadhan mempertanyakan dimana perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil yang sedang mencari rezeki. Aparat bertindak represif.
"Pertanyaan "di mana negara?" itu sudah dijawab di Serang kemarin. Negara merampas periuk nasi ibu-ibu penjual warteg," tulis Ramadan.
Netizen bernama Hari mengecam tindakan aparat Satpol PP. Seharusnya, pemilik warteg diapresiasi karena tetap mau melayani orang yang tidak berpuasa, sementara dia sendiri berpuasa.
"Satpol PP harusnya sadar. Puasa paling hebat itu puasanya penjual di warteg(kl puasa). Mrk ngelayanin org2 makan, mereka sendiri nahan lapar," tulisnya.
Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi, dan Sosial Rustam Ibrahim juga menyesalkan tindakan petugas Satpol PP.
"Rakyat yang berjualan di bulan puasa mungkin berharap dapat menambah uang Lebaran keluarga dan biaya pulang kampung; malah disita," tulis Rustam di akun Twitternya.
Gubernur Banten Rano Karno juga jadi bahan olok-olokan karena dianggap tak bisa melindungi warganya. Netizen membuat bermacam-macam meme untuk mengkritik Rano Karno.
Salah satu meme menyebutkan Rano Karno hanya berani menutup warteg, tetapi tidak berani menutup tempat makanan besar yang lain.
"Cuma berani nutup warteg, gak berani nutup Indomart, KFC, Mc Donald, Giant, dan mal-mal besar yang juga jualan makanan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?