Suara.com - Pascapenembakan massal klub gay di Orlando, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2016) pekan lalu, polisi Florida mulai mencari bukti-bukti tersangka penembak, Omar Mateen. Sebab kelompok ISIS sudah mengklaim aktor di balik serangan itu.
Namun penyidik tidak percaya begitu saja. Polisi mulai mencari bukti jika Omar diperintahkan oleh ISIS pusat di Suriah. Polisi mencari motif penembakan itu.
Omar Mateen yang ditembak mati oleh polisi tiga jam setelah penembakan terjadi meninggalkan jejak kemungkinan motif dia terungkap.
Penyelidik federal mengatakan bisa saja Omar sebagai pelaku tunggal aksi radikal itu. Sebab sampai saat ini belum ditemukan bukti Omar diperintah ISIS. Omar berusia 29 tahun, warga negara AS yang lahir di New York. Dia adalah keturunan Afghanistan.
"Saat ini kami tidak memiliki informasi untuk menunjukkan bahwa kelompok teroris asing mengarahkan serangan di Orlando," kata Presiden Barack Obama seperti dilansir Reuters.
Seorang pejabat yang menyelidiki langsung kasus tersebut menjelaskan pihaknya mulai memeriksa perangkat elektronik Omar. Ini untuk membuktikan jika Omar diperintahkan ISIS. (Reuters)
Berita Terkait
-
LGBT Indonesia Kutuk Penembakan Massal di Klub Gay Orlando
-
Terungkap, Pembantai Klub Gay Akrab Sekali dengan Dunia Gay
-
Pascapenembakan di Klub Gay, Komunitas LGBT: Kami Tidak Takut
-
Penembakan di Klub Malam Gay, Menara Eiffel Berwarna Pelangi
-
Wali Kota Muslim London Ikut Berduka atas Penembakan di Klub Gay
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis
-
Rakyat Rugi Besar! Ini Bahaya Pilkada jika Dikembalikan ke DPRD Menurut Netgrit