Suara.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan empat jenazah korban bencana longsor di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada pencarian hari ketiga, Selasa (21/6/2016) siang. Dari keempat jenazah tersebut, satu korban ditemukan di lokasi longsor Donorati dan tiga korban lainnya ditemukan di lokasi longsor Dusun Caok, Desa Karangrejo.
Ratusan tim SAR sejak pagi mulai melakukan pencarian korban di titik yang diduga ada korban tertimbun. Pencarian korban yang tertimbun juga melibatkan anjing pelacak dari kepolisian. Keterlibatan anjing pelacak tersebut cukup efektif untuk mengetahui titik-titik lokasi korban yang kemudian dilakukan pencarian oleh tim SAR.
Ditemukannya satu jenazah di Donorati, diduga di lokasi tersebut masih ada lima korban yang belum ditemukan, sedangkan di Caok dengan ditemukannya tiga korban tersebut diduga masih ada empat korban yang belum ketemu.
Kepala Basarnas, Agus Haryono mengatakan kendala dalam pencarian korban saat ini material longsor berupa tanah mulai mengeras. Selain itu, jangkauan pencarian terlalu luas sehingga menyulitkan pencarian.
Ia mengatakan untuk pencarian korban di lokasi Caok saat ini difokuskaan di area I dan II, yakni di bagian bawah lokasi longsoran. (Antara)
Berita Terkait
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya
-
Kondisi Bangunan Terdampak Longsor di Petamburan
-
Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya
-
Dampak Gempa M 6,7 di Wilayah Sigi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan