Suara.com - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah sudah siap menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini.
“Ya laporan yang saya terima sudah semua sudah siap, tinggal nanti di lapangannya saja,” kata Presiden Jokowi dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.
Menurut Presiden dari kalkulasi perhitungan pemerintah, jalur dari Brebes hingga Tegal, Jawa Tengah, akan menjadi jalur yang paling macet dalam masa mudik lebaran kali ini.
“Dari kalkulasi perhitungan kita memang di Brebes sampai Tegal, itu nanti yang kemacetan padatnya paling tinggi di situ,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden telah menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengenai kesiapan arus mudik Lebaran.
Menurut Jonan sesuai arahan Presiden ada dua hal yang harus dilakukan.
Pertama, menghilangkan kemacetan dalam arus mudik dan balik. “Ini tugas berat sekali,” ujar Jonan saat memimpin upacara kesiapan operasi Lebaran di halaman Kantor Kementerian Perhubungan, bebeberapa waktu lalu.
Selain itu, Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan untuk meningkatkan keselamatan pemudik selama arus mudik dan balik.
Untuk itu, Jonan meminta kepada para aparat untuk menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas yang terjadi, terlebih bila pelanggaran tersebut membahayakan keselamatan pemudik lainnya
Berita Terkait
-
Kapan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dan Arus Balik? Hindari Tanggal Ini Agar Bebas Macet
-
Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 2 Gelombang, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
-
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Hadir
-
Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan
-
DPR Minta Pemerintah Batasi Pemudik Motor yang Membawa Anak dan Istri di Lebaran 2026
-
Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran
-
Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda
-
Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah
-
Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei
-
Janji Pramono Anung Benahi Jalan Setu Babakan yang Jadi "Bubur Lumpur" Imbas Proyek
-
Putri Zulhas Sebut Stok BBM RI Hanya Cukup 21 Hari, DPR Segera Gelar Rapat Bahas Energi
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar