Pemudik yang akan menyeberang menuju Pulau Sumatera memasuki H-4 Lebaran 2016 terus berdatangan memadati Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Berdasarkan pantauan, Sabtu (2/7/2016), ribuan kendaraan pribadi mengantre di enam dermaga Pelabuhan Merak agar bisa diseberangkan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Begitu juga penumpang pejalan kaki mengantre di loket penjualan tiket.
Kepadatan pemudik dipastikan hingga H-3 atau Minggu (3/7/2016) sehubungan cuti bersama bagi pegawai negeri sipil (PNS), swasta, dan BUMN.
Saat ini, penumpang pejalan kaki yang turun dari angkutan bus Terminal Terpadu Merak terus memadati Pelabuhan Merak, bahkan terlihat saling berdesakan.
Kebanyakan penumpang pejalan kaki itu dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Bandung.
Sebagian mereka para pemudik pejalan kaki beristirahat di ruangan tunggu maupun tempat yang disediakan PT ASDP Merak.
"Kami terus bekerja keras agar pemudik merasa nyaman, aman dan lancar," kata Kepala Bagian Humas PT ASDP Merak Mario Sardadi Oetomo.
Menurut dia, meskipun terjadi kepadatan pemudik lebaran, namun masih dalam kondisi lancar dengan mengoperasikan 27 unit kapal Ro-Ro.
Penyeberangan Merak-Bakauheni ditargetkan 90 trip guna mengatasi kemacetan maupun kepadatan kendaraan.
Sedangkan, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Merak dipercepat hingga 45 menit.
"Saya kira penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung lancar," katanya.
Berdasarkan data H-5 atau Jumat (1/7) di posko Terpadu Merak tercatat 125.003 penumpang pejalan kaki, 27`895 unit kendaraan.
"Kami memperkirakan H-3 Lebaran akan terjadi ledakan pemudik pejalan kaki dan pemudik di atas kendaraan," kata Mario. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat