Suara.com - Arus balik di jalan Tol Jakarta-Cikampek wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tersendat menjelang "rest area" pada H+3 Lebaran atau Sabtu (9/7/2016).
Pemantauan lapangan, arus lalu lintas yang tersendat itu di antaranya terjadi di titik menjelang rest area kilometer 52 dan Kilometer 43 jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Kondisi itu terjadi menyusul banyaknya kendaraan yang keluar-masuk rest area di sepanjang jalan tol tersebut. Sedangkan areal parkir di sekitar rest area sudah dipenuhi kendaraan pemudik.
Tetapi selepas rest area, arus lalu lintas dari arah Cikampek yang didominasi kendaraan pribadi, menuju Jakarta dan sekitarnya kembali lancar.
Sementara itu, di sekitar rest area kilometer 43, kendaraan pemudik terlihat memadati sekitar rest area tersebut.
Bahkan para pengendara kesulitan untuk mencari tempat parkir, karena padatnya kendaraan di sekitar rest area.
Umumnya, para pemudik memasuki rest area untuk beristirahat sambil makan setelah melakukan perjalanan jauh. Selain itu, mereka juga masuk rest area untuk ke toilet dan shalat.
Selain akibat keluar-masuk kendaraan di sekitar rest area, pertemuan arus dari jalan Tol Cipali dengan Tol Cipularang di kilometer 66 juga memicu terjadinya kepadatan arus lalu lintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Dilaporkan, kendaraan pemudik yang akan balik ke Jakarta dan sekitarnya "mengular" di jalan Tol Cipularang menuju titik pertemuan arus tersebut. Kondisi yang sama juga terjadi di jalan Tol Jakarta-Cikampek dari arah Tol Cipali. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal