Gedung Balaikota Gubernur DKI Jakarta, Minggu (22/5/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai tidak perlu lagi ada gedung Wali Kota di Jakarta. Jika kantor Wali Kota yang saat ini ada di setiap wilayah di hilangkan, ia memastikan perampingan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini akan dilakukan di DKI Jakarta bisa terwujud.
Saat ini PNS DKI sekitar 72.697. Dari jumlah tersebut terbagi menjadi dua, yaitu PNS non guru atau PNS struktural sebanyak 39.913 dan PNS Guru atau PNS fungsional sebanyak 32.784 orang.
"Nggak ada target-target, tapi itu dianalisa. Ya, menurut hitungan saya pegawai kebanyakan. Perlu nggak sih gedung Wali Kota di Jakarta?," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Menurut Ahok kalau ingin menghilangkan kantor Wali Kota di Jakarta pelayanan di DKI harus semakin baik di tingkat Kelurahan dan Kecamatan.
"Menurut saya Jakarta malahan sebetulnya nggak perlu pegawai begitu banyak. Kuncinya di mana? Kuncinya di kelurahan dan kecamatan, sebagai estate manager," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menyadari untuk membuat pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan harus baik butuh waktu.
Menurut Ahok karena jumlah PNS DKI jumlahnya terlalu gemuk, tak akan ada lagi lowongan untuk PNS DKI untuk saat-saat ini.
"Tapi kan untuk mencapai ke situ kan mesti bertahap. Makanya kita nggak mau terima PNS baru dulu. Kan ada yang pensiun-pensiun. Ya biarin aja geser, " ucapnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'