Gubernur Basuki Thahaja Purnama alias Ahok dalam acara halal bihalal di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/7). [suara.com/Oke Atmaja]
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah menyelidiki kasus dugaan kesengajaan dalam insiden tak berfungsinya 1.217 mesin presensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Senin (11/7/2016).
Ahok memastikan, pegawai yang ketahuan bolos pada awal masuk kerja pasca libur lebaran kemarin, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) akan dipotong.
"Kita ada sistem gampang kasih sanksi langsung TKD nya hilang sebulan atau tiga bulan atau setahun sudah jelas kok, ini lagi kita selidiki soal absensi yang offline," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/7/2016).
Sejumalah titik yang offline pada saat awal masuk kerja dikatakan Ahok dirinya sudah mengetahui. Hanya saja ia belum bisa memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.
"Sudah taulah yang offline siapa, kita lagi selidiki kesalahnnya dimana. Makanya kita mau bikin peraturan kalau absenya offline maka TKD nya ilang, sial di elu deh," ujarnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat