Suara.com - Parrtai Golkar akan menggelar rapat pimpinan nasional pada 27-28 Juli di Jakarta. Putusan Rapimnas ini nantinya akan mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk maju dalam Pemilu 2019.
"Ada satu hal yang penting dalam Rapimnas ini, yaitu akan dikukuhkan untuk menetapkan mengusung Pak Jokowi di 2009," kata Kabid Pembangunan Daerah Partai Golkar Zainudin Amali di DPR, Jumat (22/7/2016).
Dia menambahkan, rapimnas ini juga akan membahas soal sikap Partai Golkar terhadap UU Pemilu yang akan dibahas pada September 2016 nanti. Hingga saat ini, Partai Golkar belum memiliki sikap resmi tentang UU tersebut.
Dihubungi terpisah, Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan menghormati keputusan Partai Golkar untuk mendukung Jokowi dalam Pemilu 2019. Menurutnya, hal itu adalah prerogatif partai untuk memberikan dukungan dalam Pemilu 2019.
Arteria menganggap dukungan ini tidak etis karena pemerintahan Jokowi baru berjalan 2 tahun.
"Saat ini belum tepat untuk membicarakan hal ini, belum 2 tahun pemerintahan ini berjalan, saatnya bekerja, mengoptimalkan kinerja sehingga bermanfaat bagi rakyat," kata Arteria.
Dia menegaskan, PDI Perjuangan selalu konsisten dan mendukung serta mengawal pemerintahan ini sampai 2019. Termasuk di dalamnya adalah kewajiban dan tanggungjawab moral sebagai pengusung yang senantiasa memastikan kekuasaan saat ini berjalan sesuai dengan kehendak rakyat.
"Masih terlalu prematur, dan jangan kita off side, dalam pengertian salah satu tugas parpol adalah menghasilkan calon pemimpin yang sesuai denga kehendak rakyat," kata Anggota Komisi II DPR ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK