Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan keluarganya saat acara perpisahan dengan staf Kemendikbud [suara.com/Nikolaus Tolen]
Meski dicopot Presiden Jokowi dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan tetap menghormati keputusan Jokowi.
"Pertama-tama saya mengucapakam terima kasih terhadap bapak Presiden yang telah meberikan kehormatan bagi saya untuk ikut mengabdi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata Anies usai acara perpisahan bersama dengan pegawai Kemendikbud di gedung A, Kemendikbud, Jalan Sudirman,Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2016).
Selama menjabat menteri hampir dua tahun, mantan rektor Universitas Paramadina mengatakan selalu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Perintis Gerakan Indonesia Mengajar itu berharap penggantinya, Muhadjir Effendy, meneruskan yang baik dan memperbaiki yang kurang.
"Dan pengabdian ini Insya Allah telah kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Semua program utama telah kami laporkan progresnya kepada Bapak Presiden," kata Anies.
Meski tak lagi jadi menteri, Anies mengatakan akan turut berkontribusi pada dunia pendidikan.
"Tugas itu bisa di mana saja, mengabdi bisa di mana saja. Dulu saya bekerja untuk pendidikan di luar pemerintah, sekarang saya melakukannnya di dalam pemerintah dan hari ini selesai. Dan sekarang menjadi Anies Baswedan," kata Anies.
Sebelum meninggalkan kantor Kemendikbud, Anies dan keluarganya memberi salam perpisahan kepada pegawai.
"Pertama-tama saya mengucapakam terima kasih terhadap bapak Presiden yang telah meberikan kehormatan bagi saya untuk ikut mengabdi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata Anies usai acara perpisahan bersama dengan pegawai Kemendikbud di gedung A, Kemendikbud, Jalan Sudirman,Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2016).
Selama menjabat menteri hampir dua tahun, mantan rektor Universitas Paramadina mengatakan selalu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Perintis Gerakan Indonesia Mengajar itu berharap penggantinya, Muhadjir Effendy, meneruskan yang baik dan memperbaiki yang kurang.
"Dan pengabdian ini Insya Allah telah kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Semua program utama telah kami laporkan progresnya kepada Bapak Presiden," kata Anies.
Meski tak lagi jadi menteri, Anies mengatakan akan turut berkontribusi pada dunia pendidikan.
"Tugas itu bisa di mana saja, mengabdi bisa di mana saja. Dulu saya bekerja untuk pendidikan di luar pemerintah, sekarang saya melakukannnya di dalam pemerintah dan hari ini selesai. Dan sekarang menjadi Anies Baswedan," kata Anies.
Sebelum meninggalkan kantor Kemendikbud, Anies dan keluarganya memberi salam perpisahan kepada pegawai.
Komentar
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Anies Baswedan Tak Dibahas di Mens Rea
-
Anies Desak Banjir Sumatera Ditetapkan Jadi Bencana Nasional
-
Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
-
Pesan Anies Baswedan untuk Relawan Muda: Demokrasi Tumbuh dari Warga yang Mau Turun Tangan
-
Gelaran Reuni Akbar 212 di Monas
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar