Suara.com - Istri almarhum aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati, tak habis pikir dengan langkah institusi TNI, Polri, dan BNN mempolisikan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar.
"Padahal selama ini kami selalu menjunjung nama baik negeri ini, tapi apa yang dilakukan sama saudara Haris Azhar kemudian membuat tiga instansi ini kebakaran jenggot dan kemudian melaporkan dia," kata Suci dalam konferensi pers di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Haris dilaporkan dengan UU ITE setelah tulisannya tersebar di media sosial. Tulisan Haris tentang dugaan keterlibatan pejabat penegak hukum dalam bisnis narkoba berdasarkan hasil wawancara dengan terpidana mati Freddy Budiman yang kemudian dianggap mencemarkan nama baik dan fitnah terhadap tiga institusi.
Suci mengatakan selama ini kegiatan para aktivis, termasuk Haris, tidak lain adalah untuk mendukung pemerintah dalam menjaga nama baik bangsa.
Menurut Suci kriminalisasi terhadap aktivis di Indonesia sudah sering terjadi. Jika dibiarkan, menurut dia, kriminalisasi akan terus menghantui para aktivis dan merusak demokrasi.
"Ini akan terus berlanjut. Kita bisa ingat peristiwa ketika Munir, bahkan kemudian dibunuh, di racun karena dia selalu kritis terhadap negara ini. Dan apa yang dia dapatkan justru hal yang sangat menyakitkan," kata Suci.
Suci mengatakan peristiwa yang menimpa Haris saat ini harus menjadi momentum untuk menegakkan kembali hak asasi manusia.
Namun, Suci pesimistis setelah Presiden Joko Widodo melantik Wiranto menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Wiranto, katanya, seringkali dikait-kaitkan dengan tindak kejahatan HAM masa lalu.
"Saya pikir ini sebagai rezim awal kalau memang mau membuktikan soal menjunjung tinggi penegakan HAM. Meskipun saya juga melihat hal-hal yang memang jadi antiklimaks, bagaimana Jokowi mengangkat Wiranto yang bermasalah dengan penegakan HAM," kata Suci.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Haris Azhar Ajak Masyarakat Blokir Podcast Bocor Alus Politik Tempo
-
Hariz Azhar Bongkar Dugaan Pelanggaran HAM dan Orang Kuat di Balik Operasi Tambang PT GPU
-
MA Tolak Kasasi Jaksa, Tim Advokasi Fatia-Haris Bilang Begini
-
Bikin Salfok! Haris Azhar Tulis Fufufafa di Akun IG, Netizen Nyeletuk: Prabowo Gak Panas?
-
MK Kabulkan Gugatan Haris Azhar dan Fatia, Hapus Dua Pasal Terkait Hoaks
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!