Suara.com - Forum Akademisi #KamiPercayaKontras mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencegah upaya kriminalisasi terhadap Koordinator KontraS, Haris Azhar. Presiden diminta membentuk Komisi khusus Kepresidenan untuk membersihkan lembaga penegak hukum.
"Presiden Jokowi harus menunjukkan kepemimpinannya. Cegah upaya kriminalisasi terhadap Haris Azhar, yang dilakukan tiga institusi (Polri, BNN, NI - RED)," kata pihak Forum Akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet, di Menteng, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).
"Presiden Jokowi harus segera menginisiasi Komisi Khusus Kepresidenan untuk membersihkan TNI, Polri dan BNN dari narkoba dan korupsi," dia melanjutkan.
Robertus meyakini bahwa informasi yang dilayangkan Haris Azhar tidak memiliki kepentingan politik. Sebab, KontraS merupakan perwakilan masyarakat sipil, yang tak memiliki motif politik.
Karena itu, Robertus meminta masyarkat untuk mempercayai dan mendukung KontraS, sebagai upaya perbaikan Polri, BNN dan TNI. "Setiap anggota masyarakat jangan pernah ragu untuk memberikan informasi dan laporan atas indikasi yang dilakukan aparat-aparat ketiga institusi tersebut, yang berkaitan dengan aktivitas dan keterlibatan dalam perdagangan dan peredaran barang-barang narkotika," dia menandaskan.
Jangan Bekingi Pengedar Narkoba!
Pada kesempatan tersebut, Robertus juga mengatakan bahwa pelaporan pidana terhadap Haris Azhar, sebagai bentuk arogansi Polri, BNN, dan TNI. Ketiga lembaga tersebut dinilai telah membekingi anggotanya yang diduga terlibat peredaran narkoba di Indonesia.
Seharusnya, ketiga lembaga tersebut menelusuri dugaan keterlibatan anggotanya, bukan mempidanakan Haris Azhar. "Ketiga institusi tersebut semestinya menjadikan informasi yang disampaikan KontraS sebagai bahan penting untuk melakukan perbaikan. Bukan justru menjadikan institusi sebagai benteng perlindungan bagi pelaku-pelaku yang diindikasikan terlibat dalam peredaran narkoba," kata pihak Forum Akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet, di Menteng, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).
"Apa yang diungkapkan Haris Azhar dan KontraS merupakan bagian dari tanggung jawab keadaban warga, dalam upaya mendorong perubahan institusional, khususnya lembaga penegak hukum seperti Polri, BNN dan TNI," dia melanjutkan.
Seperti diketahui, pasca-eksekusi mati gembong narkoba Freddy Budiman, Koordinator KontraS Haris Azhar, melayangkan informasi tentang keterlibatan pejabat BNN, Polri, Bea Cukai dan TNI, dalam peredaran narkoba di Indonesia. Khususnya narkoba yang diedarkan kelompok Freddy Budiman.
Haris juga mengungkap informasi soal dugaan suap ratusan miliar oleh terpidana mati narkoba kepada pejabat BNN dan Mabes Polri. Informasi tersebut didapat Haris dari Freddy Budiman, saat bertemu di Lapas Nusakambangan, pada 2014 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza
-
China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz
-
Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan