Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan masih banyak generasi muda yang belum mengenal sosok proklamator bangsa, Bung Karno dan Bung Hatta. Hal itu diketahui Djarot ketika memberikan kuliah umum kepada mahasiswa.
"Kepimimpinan Bung Karno dan Bung Hatta, saya bertanya kepada mereka kenal nggak sama Bung Karno dan Bung Hatta? yang mereka tahu hanya melihat Bung Karno dan Bung Hatta di gambar-gambar dan disuarakan saat kemerdekaan yakni teks proklamasi," ujar Djarot ketika memberikan sambutan di acara peringatan hari ulang tahun Bung Hatta di Taman Pemakamam Umum Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (12/8/2016).
Menurut Djarot banyak pula anak bangsa yang tak mengetahui lokasi makam Bung Hatta.
"Banyak yang tidak tahu kalau makam Bung Hatta di Tanah Kusir. Bagaimana mereka meneladani cita-cita dan nilai yang diwariskan beliau kalau tidak tahu sosok Bung Hatta," katanya.
Itu sebabnya, dia meminta pemerintah memasukkan kurikulum tentang pemikiran para proklamator seperti Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka, dan Agus Salim, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
"Saya berharap betul pada kementerian, bagaimana anak kita dari SD sampai perguruan tinggi itu diwajibkan untuk mempelajari pemikiran founding father kita, pemikiran Bung Karno, Bung Hatta, Agus Salim, Ki Hajar Dewantara, Tan Malaka, itu luar biasa sangat visioner," kata Djarot.
Menurut dia generasi muda telah dicuci otak agar mengidolakan tokoh-tokoh fiktif.
"Bung Hatta sudah damai di surga, sudah kembali ke Tuhan selama 36 tahun, tapi kalau kita mau merenung, puaskah mereka bahagiakah mereka dengan kondisi kita yang sekarang. Dari Bung Hatta, kita bisa gali betul sistem perekomian kita, bagaimana dengan koperasi kita, bagaimana sistem perkonomian kita belum mandiri," kata dia.
Di acara tersebut, hadir pula putri Bung Hatta, Meutia Hatta.
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak