Suara.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menanggapi penilaian Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang menganggap ada pendukung Gerindra yang menggulirkan isu SARA menjelang pilkada periode 2017-2022.
"SARA apa? Ah mana ada SARA, Gerindra mah nggak pernah ngomong SARA," ujar Taufik di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (12/8/2016).
Taufik menegaskan partainya tak mungkin menyerang Ahok dengan isu semacam itu, apalagi di pilkada Jakarta tahun 2012, Gerindra merupakan pengusung Ahok.
"Pokoknya Gerindra nggak bakal pakai isu SARA kok. Orang yang nyalonin Ahok Gerindra dulu. Bagaimana mau mainin isu SARA," katanya.
Taufik tidak tahu siapa orang Gerindra yang berani-berani angkat isu SARA jelang pilkada seperti yang disampaikan Ahok.
"Ya nggak tahu, tanya Pak Ahok, Pak Ahok kan berubah terus (omongannya). Gerindra itu santun beradab. Nggak ada isu SARA," katanya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta juga akan menolak penggunaan isu SARA untuk menjatuhkan lawan politik.
"Ya siapa oknumnya? Bisa saja orang lain, kalau orang lain jangan bilang Gerindra dong," katanya.
Berita Terkait
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Masih Berlaku! Promo Buy 1 Get 1 Tiket Nonton Film Kafir: Gerbang Sukma di M.Tix
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara