Suara.com - Pedagang domba kurban di sejumlah lokasi di Kabupaten Lebak Provinsi Banten mulai ramai, meskipun Idul Adha 1437 Hijriah masih tiga pekan mendatang. Para pedagang ternak kurban itu, mulai mangkal di sekitar Jalan Siliwangi, Mandala, Cipanas, Cibeureum, Ir Soekarno-Hatta, Citeras, Cijoro hingga Narimbang.
Sebagian besar ternak kurban itu, domba yang didatangkan dari sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat.
Saniman (60), seorang pedagang domba di Jalan Siliwangi Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku, selama sepekan terakhir ini masih sepi pembeli. Biasanya, mereka pembeli mulai ramai sepekan sebelum Idul Adha.
Saat ini, harga domba minimal sebesar Rp2 juta sampai Rp4,5 juta per ekor dengan berat badan antara 8 kilogram hingga 18 kilogram.
"Kami berharap Idul Adha omzet penjualan ternak meningkat dibandingkan tahun 2015 relatif merugi," katanya lagi.
Begitu pula Ujang (55), seorang pedagang hewan kurban berlokasi di Jalan Dengung Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, mengaku selama ini penjualan domba masih sepi dan belum terjadi lonjakan permintaan.
Ia menjamin, kondisi kesehatan domba yang dijualnya aman untuk dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, ternak domba yang didatangkan dari Garut disertakan dokumen surat kesehatan hewan (SKH) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat. Selain itu, Dinas Peternakan setempat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lokasi.
"Jika hewan itu dinyatakan sehat, maka petugas memberikan tanda berupa kalung untuk dipasang pada leher ternak," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya