Suara.com - Ribuan ekor ikan jenis nila di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mati mendadak akibat tubo belerang dan angin kencang melanda daerah itu beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam, Ermanto di Lubuk Basung, Sabtu, memperkirakan total ikan yang mati mencapai 10 ton. Ikan-ikan ukuran siap panen ini tersebar di Linggai Nagari Duo Koto sekitar empat ton, Duo Koto sekitar duo ton dan Sungai Tampang sekitar empat ton.
"Ke 10 ton ikan yang mati ini di 15 petak keramba jaring apung milik puluhan petani. Ikan ini mulai mati pada Jumat (26/8/2016) pagi," katanya.
Akibat kejadian ini, petani mengalami kerugian sekitar Rp190 juta karena harga ikan sebesar Rp19.000 satu kilogramnya. Ia menambahkan, ikan ini mati akibat tubo belerang yang terjadi pada Jumat (26/8) pagi, sehingga ikan asli Danau Maninjau jenis rinuak dan bada juga ikut mati.
Selain itu, kematian ikan tersebut juga disebabkan curah hujan tinggi disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa sampai Rabu, sehingga oksigen di dasar danau berkurang yang mengakibatkan ikan mati.
"Saat ini kondisi air danau vulkanik tersebut tenang dan ini harus diwaspadai oleh petani," katanya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada petani keramba jaring apung untuk segera memanen ikan mereka, mengurangi untuk memberikan pakan. Lalu, mengurangi tebar benih dari 10.000 ekor per petak dengan ukuran 5x5 meter menjadi 2.000 ekor dan menghidupkan mesin oksigen.
"Ini harus dilakukan petani agar mereka tidak mengalami kerugian cukup besar," katanya.
Salah seorang petani mnegatakan, awal mulanya ikan mengalami pusing dan beberapa jam setelah itu, langsung mati dan mengapung ke permukaan. Akibat kejadian ini, ia mengaku rugi Rp19 juta. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan