Suara.com - Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang sopir pribadi berinisial AK (38) atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap majikannya yang berlangsung di Kota Bekasi, Jumat (26/8).
"AK ditangkap oleh Unit Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya hari ini," kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Evi Fatna di Bekasi, Sabtu.
Menurut dia, AK ditangkap di Serang, Banten, saat tengah melarikan diri usai melancarkan aksinya mencoba membunuh majikan dan membawa kabur mobilnya.
Tindak kekerasan yang dilakukan AK terhadap majikannya tersebut terjadi di dekat kediaman korban di Perumahan Kemang Pratama 2, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
AK yang baru dua minggu bekerja sebagai sopir korban atas nama Febria Azilda (50) tersebut tengah dalam perjalanan usai menjemput majikannya yang bekerja sebagai karyawati Bank Artamadani Cikarang. Saat hampir tiba di rumah majikannya, AK tiba-tiba menghentikan laju mobil yang dikemudikannya tanpa sebab.
Korban menginstruksikan agar AK segera kembali maju agar segera tiba di rumah. Namun AK tidak menggubrisnya. Sehingga korban segera turun dari bangku penumpang untuk mengambil alih kemudi.
"Ternyata AK ikut turun lalu mencekik serta menusukkan obeng ke dada kanan korban yang kemudian didorong hingga terjatuh. AK pun langsung kabur dengan membawa mobil korban," katanya.
Dalam keadaan terluka, korban berusaha pulang dan diselamatkan anaknya yang segera membawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat.
"Kami masih mendalami laporan dari korban terkait latar belakang percobaan pembunuhan ini," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS