Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang tak terlalu menyoal pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati sebelumnya menilai KPK sudah bermain politik.
"Saya pribadi menganggapnya itu sebagai warning buat KPK dari ruling party negara besar yang korupsinya belum berkurang secara signifikan. Wajar kalau diberi warning agar penindakan dan pencegahan korupsi harus jauh dari politicking," kata Saut dihubungi, Rabu (7/9/2016).
Bahkan, secara pribadi Saut berterimakasih kepada Megawati. Meskipun kata dia, sampai sekarang KPK tak seperti yang dituduhkan putri Presiden pertama RI, Soekarno itu.
"Terima kasih ibu Mega sudah mengingatkan kita semua. Tapi kalau yang itu pasti (KPK tidak terpengaruh politik)," ujarnya.
Sebelumnya, Megawati menyampaikan pernyataan tentang KPK saat memberikan sambutan di acara pembukaan Sekolah Partai PDI Perjuangan di Wisma Kinasih Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2016). Namun, dia tak menyinggung kasus mana yang dianggap bernuansa politis.
"KPK itu sekarang main politik. KPK itu dulu saya yang bikin loh," kata Megawati di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat