Suara.com - Gregoria Mariska gagal penuhi target tembus semifinal di Indonesian Masters Grand Prix Gold 2016. Pebulutangksi tunggal putri Indonesia ini takluk dari wakil Malaysia, Goh Jin Wei, di babak pertama, Rabu (7/9/2016).
Bermain di Gedung Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Gregori takluk dua game langsung, 23-25, 12-21.
"Kecewa rasanya karena jauh dari target. Saya main enggak sesuai harapan dan harus kalah di babak awal. Tapi mau gimana lagi," kata Gregoria dalam keterangan media yang diterima Suara.com, hari ini.
Pertandingan di game pertama berlangsung sengit. Kejar mengejar poin kerap terjadi, bahkan hingga akhir game pertama.
Sempat tertinggal 17-20, Gregoria berhasil samakan kedudukan 20 sama. Sayang setelah saling susul poin demi poin, Gregoria kalah 23-25.
Masuk ke game dua, Gregoria tidak bisa berbicara banyak. Dia terus berada di bawah tekanan Goh. Gregoria pun akhirnya menyerah 12-21.
"Sebelum berangkat ke Balikpapan saya sempat sakit tangannya. Tapi akhirnya udah enakan dan saya merasa bisa mengatasi. Tapi ternyata pas masuk ke game dua semakin sakit terasa. Lawan juga jadinya semakin percaya diri pas tahu saya ada kendala," jelas Gregoria.
Gregoria dan Goh sebelumnya pernah berhadapan di Asia Junior Championship 2016 lalu di Bangkok, Thailand. Saat itu Gregoria menang 18-21, 26-24 dan 21-15.
Berita Terkait
-
Jelang All England 2026, Atlet Indonesia Fokus Aklimatisasi Cuaca dan Arena
-
Hadapi Ketatnya Persaingan BWF, PBSI Segarkan Struktur Pelatih Ganda Putra
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Lalin Jakarta Pagi Ini: Senayan Lancar, Rindam Padat, Truk Tabrak Separator di Gatot Subroto
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif