Sport / Raket
Kamis, 30 April 2026 | 19:52 WIB
Festival SenengMinton 2026 resmi dimulai di Purwokerto dengan 480 siswa SD. Ajang ini menjadi langkah awal pembinaan bulu tangkis sejak usia dini. [Dok. Djarum Foundation]
Baca 10 detik
  • MilkLife Festival SenengMinton 2026 resmi dimulai pada 30 April 2026 di GOR Satria, Purwokerto, melibatkan 480 siswa sekolah dasar.
  • Kolaborasi Djarum Foundation, MilkLife, dan PBSI Jawa Tengah ini bertujuan menanamkan kecintaan serta membina bibit atlet bulu tangkis sejak dini.
  • Program pembinaan usia dini ini akan berlanjut ke empat kota lainnya di Jawa Tengah sepanjang tahun 2026 hingga November mendatang.

Suara.com - Upaya menjaga tradisi prestasi bulu tangkis Indonesia terus dilakukan melalui pembinaan usia dini. Salah satunya lewat MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang resmi dimulai di Purwokerto, Kamis (30/4/2026).

Sebanyak 480 siswa kelas 1 hingga 3 SD dari 16 sekolah ambil bagian dalam ajang yang digelar di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto.

Festival ini merupakan kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah.

Tanamkan Cinta Bulu Tangkis Sejak Dini

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan festival ini dirancang untuk mengenalkan bulu tangkis dengan cara yang menyenangkan.

"Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026, kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulu tangkis," kata Yoppy.

Menurutnya, atlet berprestasi lahir dari kecintaan terhadap olahraga yang ditekuni sejak kecil.

"Kami percaya atlet hebat berawal dari rasa senang saat melakoni olahraga," ujarnya.

Perkuat Ekosistem Pembinaan Daerah

Baca Juga: Tim Indonesia Siap Bungkam Aljazair, Kapten Fajar Wanti-wanti Mental Para Debutan

Festival SenengMinton 2026 resmi dimulai di Purwokerto dengan 480 siswa SD. Ajang ini menjadi langkah awal pembinaan bulu tangkis sejak usia dini. [Dok. Djarum Foundation]

Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menilai Purwokerto menjadi lokasi strategis untuk memperluas jangkauan pembinaan.

"Dimulai dari kota seperti Purwokerto, kami melihat adanya perluasan jangkauan pembinaan ke daerah yang sebelumnya belum tersentuh optimal," ujar Yuni.

Ia menegaskan, pembinaan usia dini membutuhkan kesinambungan agar minat berkembang menjadi bakat, lalu berujung prestasi.

PBSI Jawa Tengah juga berkomitmen memperkuat klub lokal, meningkatkan kualitas pelatih, dan memperbanyak kompetisi berjenjang.

Dukungan Sekolah dan Guru

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kabupaten Banyumas, Pujiono, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut.

Load More