Suara.com - Pemerintah Turki melancarkan operasi terbesar dalam sejarah perlawanan terhadap gerilyawan Kurdi. Turki memecat 11.500 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
Para guru dituduh terlibat dalam aksi kudeta gagal terhadap Presiden Tayyip Erdogan. Para guru dianggap menjadi simpatisan Fethullah Gulen yang mendalangi kudeta Juli lalu. Namun Gulen membantah keterlibatan.
Erdogan berulang kali mengatakan dia tidak akan berhenti dalam usahanya untuk menumpas pengikut Gulen.
"Kami telah menjalankan dan sedang menjalankan operasi terbesar terhadap organisasi teroris dalam sejarahnya, baik di dalam dan di perbatasan kami," kata Erdogan.
"Apakah itu perjuangan melawan PKK atau melawan Feto, dimensi penting dari perjuangan ini adalah penghapusan PNS yang ekstensi dari organisasi ini dalam negara," lanjutnya.
Sebelumnya Turki telah menangkap 100.000 orang. Setidaknya 40.000 orang telah ditahan karena dicurigai berhubungan ke jaringan Gulen.
Tindakan Edorgan itu memicu kekhawatiran kelompok hak asasi dan pendukung negara barat di negara itu akan memangkas kebebasan hak berpendapat. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik