Suara.com - Pemerintah Turki melancarkan operasi terbesar dalam sejarah perlawanan terhadap gerilyawan Kurdi. Turki memecat 11.500 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
Para guru dituduh terlibat dalam aksi kudeta gagal terhadap Presiden Tayyip Erdogan. Para guru dianggap menjadi simpatisan Fethullah Gulen yang mendalangi kudeta Juli lalu. Namun Gulen membantah keterlibatan.
Erdogan berulang kali mengatakan dia tidak akan berhenti dalam usahanya untuk menumpas pengikut Gulen.
"Kami telah menjalankan dan sedang menjalankan operasi terbesar terhadap organisasi teroris dalam sejarahnya, baik di dalam dan di perbatasan kami," kata Erdogan.
"Apakah itu perjuangan melawan PKK atau melawan Feto, dimensi penting dari perjuangan ini adalah penghapusan PNS yang ekstensi dari organisasi ini dalam negara," lanjutnya.
Sebelumnya Turki telah menangkap 100.000 orang. Setidaknya 40.000 orang telah ditahan karena dicurigai berhubungan ke jaringan Gulen.
Tindakan Edorgan itu memicu kekhawatiran kelompok hak asasi dan pendukung negara barat di negara itu akan memangkas kebebasan hak berpendapat. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal