Suara.com - Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta menyesalkan tuduhan Pemerintah Turki yang menyatakan sekolah itu terkait dengan Jaringan Organisasi Teroris Fethullah (FETO).
Kepala Sekolah Kesatuan Bangsa Billingual Boarding School Yogyakarta, Ahmad Nurani di Bantul, Jumat (29/7/2016), menegaskan bahwa sekolah Kesatuan Bangsa tidak memiliki keterkaitan apapun dengan politik dalam maupun luar negeri, apalagi dengan FETO.
"Terus terang kami kaget dan sedih karena berita ini pasti menyebar ke berbagai pihak termasuk wali murid," kata Nurani saat ditemui di ruang kerjanya.
Nurani mengatakan Sekolah Kesatuah Bangsa yang berdiri sejak 2011 di Jalan Wates KM 10 Kabupaten Bantul murni dimiliki yayasan lokal yakni Yayasan Kesatuan Bangsa Mandiri milik pengusaha Probo Sutedjo, adik mantan Presiden Soeharto.
"Bahkan Yayasan Kesatuan Bangsa Mandiri juga tidak memiliki hubungan dengan sekolah-sekolah lain yang juga dituduh Pemerintah Turki terkait jaringan Gulen," kata dia.
Nurani juga membantah sekolah yang dipimpinnya mengajarkan pemikiran Fethullah Gulen.
"Saya memang pernah melihat buku Fethullah Gulen, bagus, tapi tentu berat untuk dibaca anak-anak. Bahkan anak-anak di sini tidak kenal siapa itu Fethullah Gulen," kata dia.
Senada dengan Nurani, Sekolah Pribadi Bilingual Boarding School di Bandung, Jawa Barat juga menyayangkan tuduhan pemerintah Turki.
"Tuduhan ini tentunya menyudutkan kami karena yang kita lakukan selama ini tidak ada hubungan dengan teroris. Di sini, pembinaan dijalankan kepada siswa yaitu aspek ademis, akhlak dan nasionalisme," kata Kepala Sekolah Ahmad Fauzi, di Bandung, Jumat.
Menurut dia, sekolah bertaraf internasional yang berada di Jalan PHH Mustafa Kota Bandung ini dipastikan tidak pernah mengajarkan paham-paham yang mengarah radikalisme dan ekstrimisme.
"Pribadi Bilingual Boarding School Bandung bukanlah sekolah agama. Kami ini sekolah umum dan nilai toleransi kemanusiaan itu yang kita tanamkan kepada anak-anak," katanya.
Ahmad menjelaskan Pribadi Bilinggual Boarding School Bandung berdiri sejak 2002 dikelola oleh Yayasan Yenbu Indonesia dan saat ini memiliki murid sebanyak 450 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelumnya Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta telah mengeluarkan rilis yang meminta Pemerintah RI melakukan penutupan sembilan sekolah yang diklaimnya terkait jaringan FETO. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan ke Arab Saudi, Lionel Messi Dirumorkan Hijrah ke Negeri 1.000 Masjid
-
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
-
Sindiran Pedas Turki Alalshikh usai Ruben Amorim Dipecat, Doakan Keluarga Glazer Menyusul
-
Vincenzo Montella Pede Bawa Turki Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Imbang Lawan Turki Tak Masalah, Spanyol Tetap Dipastikan Lolos ke Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Kejagung Bakal Pelajari Laporan Terkait Genosida Israel Terhadap Warga Palestina
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
-
Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Dipastikan Asli, Polisi: Cetakan Lama Bank Indonesia
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
-
Kapolda Metro ke Anggota: Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Satu Kesalahan Bisa Hapus Seluruh Prestasi!
-
Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini
-
70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius