Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy menilai pembentukan tim panitia seleksi Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu menyalahi aturan. Sebab, salah seorang anggota panitia seleksi yang dipilih berasal dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu yaitu Vanila Singka Subekti.
"Ini jelas menyalahi aturan yang berlaku, jeruk makan jeruk," kata Lukman dihubungi, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
Menurut Lukman Edy hal itu melanggar ketentuan UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, khususnya, Pasal 12 ayat 3 dan ketentuan umum Pasal 1 ayat 22.
Pasal tersebut menyebutkan panitia seleksi KPU-Bawaslu berasal dari unsur pemerintah dan masyarakat. Sedangkan dalam ketentuan umum Pasal 1 ayat 22 menyebutkan DKPP adalah merupakan satu kesatuan fungsi penyelenggaraan pemilu bersama KPU dan Bawaslu.
"Berdasarkan Pasal 12 ayat 3 dan ketentuan umum Pasal 1 ayat 22 UU 15 Tahun 2011 secara hukum batal (penunjukan Valina Singka Subekti). Karena dalam UU disebutkan DKPP, KPU, dan Bawaslu adalah satu kesatuan fungsi dalam penyelenggara pemilu," kata politikus PKB.
Adapun 11 anggota panitia seleksi KPU dan Bawaslu yang telah ditunjuk Presiden Joko Widodo, yakni:
Ketua merangkap anggota: Saldi Isra
Wakil Ketua merangkap anggota: Ramlan Surbakti
Sekretaris merangkap anggota Soedarmo
Anggota:
Beeti Alisjahbana
Erwan Agus Purwanto
Hamdi Muluk
Harjono
Nicholaus Teguh Budi Harjono
Komarudin Hidayat
Valina Singka Subekti
Widodo Ekatjahjana
Berita Terkait
-
Menjual Nama Halte ke Parpol: Terobosan PAD atau Politisasi Ruang Publik?
-
Mengapa KPU Tak Verifikasi Keaslian Ijazah Jokowi Saat Pilpres 2014?
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Akhirnya Dirilis, Drama Berjilid-jilid Segera Berakhir?
-
Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Ini dia Penampakan Salinan Ijazah Jokowi Telegalisir dari KPU
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!