Suara.com - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menjelaskan alasan maskot Pilkada DKI 2017 menggunakan Monumen Nasional (Nasional) karena sudah melekat di hati para warga Jakarta. Simbol maskot yang digunakan Pilkada yakni abang dan none Monas.
Menurtnya maskot abang-none Monas ini juga sudah menjadi budaya masyarakat Jakarta yang modern.
"Maskot kita itu abang dan none Monas. Ini menggambarkan dua kulturasi budaya, budaya yang modern yang Monas itu terkait simbol Jakarta yang modern, dan juga kekhas-an wilayah DKI," kata Sumarno di acara launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016).
Dikatakan Sumarno, maskot Pilkada 2017 juga melestarikan nilai-nilai budaya Betawi.
"Nah karena memang kan budaya Betawi itu nilai-nilai kultural yang harus kita pertahankan meski nantinya Jakarta maju seperti apapun juga, nilai-nilai kultural juga harus terus kita pertahankan," kata dia.
Maskot abang-none Monas ini menjadi pusat perhatian masyarakat yang menghadiri launching Pilgub DKI. Kedua maskot ini menjadi buruan para warga untuk bisa berfoto selfie.
Dalam launching Pilkada ini juga dihadiri pejabat penyelenggara pemilu. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) JimlyAsshiddiqie ikut hadir di acara ini. Hadir pula perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu
-
Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel
-
37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?