Suara.com - Tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, meminta pendapat mengenai perilaku Jessica kepada saksi ahli psikologi dari Universitas Indonesia Dewi Taviana Walida. Yang ditanyakan mengenai perilaku Jessica ketika menyusun paperbag di atas meja nomor 54, kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1/2016), atau sebelum Wayan Mirna Salihin tiba.
"Jawaban pertanyaan tersebut macam-macam. Dan kita pakai ukuran kelaziman tanpa sengaja," kata Dewi ketika menjawab pertanyaan Otto dalam sidang kasus kematian Mirna di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).
Kemudian, Otto kembali meminta pendapat Dewi mengenai perilaku Jessica yang terlihat dalam rekaman CCTV kafe.
"Apakah dengan melihat perilaku Jessica juga lazim menggunakan CCTV?" kata Otto.
Dewi menjelaskan untuk mengukur kelaziman perilaku Jessica yang terekam CCTV bisa menggunakan metode sistematika. Analisa lewat CCTV harus tetap didukung dengan data-data yang lain.
"Apakah itu sesuai gambar atau tidak. Dan data itu harus dikumpulkan melalui informasi dan hanya terpulang pada kita semua. Karena dilihat dari perbedaan ilmiah atau observasi," kata Dewi.
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Jessica Wongso di Media Australia, Wawancara Kontroversial Picu Kemarahan Masyarakat
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus