Suara.com - Pelatih dayung Jawa Timur La Bau mencukur rambutnya hingga "plontos" di kawasan venue dayung Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jabar, Situ Cipule Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu.
Aksi cukur rambut hingga "plontos" sang pelatih itu dilakukan menyusul berhasilnya tim dayung Jawa Timur meraih emas pada final nomor 200 meter cabang dayung canoeing.
"Hari ini merupakan hari pertama kontingen Jatim meraih medali emas setelah menjalani pertandingan cabang dayung selama sepekan," kata La Bau.
Ia mengaku melakukan aksi cukur rambut hingga "plontos" sebagai rasa syukur dan pengungkapan kegembiraan atas medali emas yang diraih tim dayung canoeing.
Dua medali emas untuk tim dayung Jatim pada Rabu ini diraih pedayung Mugi Harjiro dari nomor Kayak-1 200 meter putra serta Spens Stuber Mehue yang turun di nomor Kano-1 200 meter putra.
Kedua pedayung Jawa Timur yang turun di nomor berbeda itu meraih waktu tercepat hingga mencapai posisi pertama di garis finis.
Mugi Harjiro menjadi yang tercepat di nomor Kayak-1 200 meter putra dengan catatan waktu 36,09 detik.
Begitu juga dengan Spens Stuber, ia meraih waktu tercepat ke garis finis dan mampu membukukan catatan waktu 40,95 detik.
Dengan raihan dua medali emas, maka dua pedayung Jatim tersebut telah "memecahkan telor" paceklik emas yang dialami selama pertandingan cabang dayung PON 2016 sepekan terakhir ini.
Pada hari ketujuh pertandingan cabang dayung kali ini digelar babak final nomor 200 meter canoeing.
Dari enam medali emas yang diperebutkan di babak final tersebut, tim dayung Jatim meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu.
Dua emas lainnya diperoleh tim dayung Sulawesi Tenggara, satu medali emas masing-masing diraih Kalimantan Tengah dan Papua. (Antara)
Berita Terkait
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Siap Digelar, Jatim Media Summit 2026 Bahas Media Baru Menuju Ekonomi Kreatif
-
Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan