Suara.com - Puluhan warga yang mengatasnamakan Indonesia Bergerak demonstrasi di bundaran patung kuda, Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016) siang. Mereka demo untuk menolak Ahok. Dalam aksi, mereka membubuhkan cap jempol darah sebagai simbol penolakan terhadap Ahok yang kini maju lagi ke pilkada Jakarta periode 2017-2022 bersama Djarot Saiful Hidayat.
"Ahok sebagai biang konflik," kata juru bicara aksi Tino Rahardian.
Selain itu, dia menyinggung isu SARA ketika menilai Ahok tidak pantas menjadi pemimpin Jakarta.
Warga yang demo mengklaim berasal dari 44 kecamatan di Jakarta. Mereka menolak Ahok karena selama ini kebijakan Ahok dinilai tidak berpihak kepada wong cilik.
"Warga Jakarta ini mengalami penindasan yang sangat menyakitkan," katanya.
Tino menjelaskan kenapa aksi juga diwarnai pembubuhan cap jempol darah. Menurut dia, ini sebagai simbol tangisan warga yang merasa tertindas.
"Jadi darah yang kami wujudkan dalam cap jempol darah ini tidak sebanding dengan penderitaan warga di Rawa Jati, tidak sebanding dengan penderitaan warga di Luar Batang, tidak sebanding dengan masyarakat di Kampung Aquarium," katanya. (Marselinus Kalis/Yulia Enggarjati)
Berita Terkait
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Negara Agraris Tanpa Regenerasi Petani, Sampai Kapan?
-
Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar
-
Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974