Suara.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi DKI Jakarta akan memproses dugaan kecurangan yang dilakukan penyelenggara Pekan Olahraga Nasional XIX, Jawa Barat, khususnya pada cabang renang indah dan terbang layang.
"Kemudian kita juga sangat kecewa dengan panitia penyelenggaraan terutama pada cabor renang indah dan juga terbang layang," ujar Ketua KONI Provinsi DKI Jakarta Raja Sapta Ervian di mess kontingen DKI, Hotel Patra Jasa, Dago, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/9/2016).
Sapta menerangkan atlet renang DKI bernama Adela Amanda Nirmala tidak bisa bertanding pada PON XIX karena umurnya disoal. PB PON XIX tidak mencantumkan Adela di nomor solo technical routine putri dengan alasan sudah usia 28 tahun. Ketentuan ini kemudian diperdebatkan KONI DKI.
"Dimana tampak jelas atlet DKI di renang indah namanya Adela, karena beregu ada empat jadi nggak bisa main. Kita kehilangan potensi 3 medali emas," ujar Sapta.
"Padahal secara administrasi kita penuhi, mereka lolos pra PON, ada surat yang menyatakan mereka sah dari KONI pusat dan PB PON, tapi tidak diperbolehkan bertanding, dan ini akan kita proses lebih lanjut," Sapta menambahkan.
Sedangkan untuk cabang terbang layang, kata Sapta, keabsahan atlet DKI juga dipermasalahkan. Padahal, menurut Sapta, semua administrasi sudah dilengkapi.
"Sehingga itu sangat merugikan bagi kami. Secara keseluruhan untuk kedepannya ini menjadi perhatian seluruh pemerintah baik pemerintaham provinsi atau pusat," kata dia
KONI DKI menginginkan PON jadi ajang mencari prestasi, bukan untuk merebutkan mendali. Namun pada kenyataannya, kata dia, ada yang memakai cara-cara curang untuk menang.
"Saya lihat PON ini sudah memecah belah persatuan. Disini yg kita lihat bukan pertempuran atau pertandingan olahraga, tetapi sudah semacam perang antar provinsi," kata Sapta.
"Jadi berbagai cara yang sebetulnya tidak ada di dunia olahraga, tetapi menjadi ada dalam olahraga seperti itu," ujarnya melanjutkan.
Tag
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan
-
Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah
-
Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya