Suara.com - Kapolsek Karangsembung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman, yang ditemukan tewas gantung diri di ruang kerjanya didiuga nekat mengakhiri hidupnya terkait utang piutang.
"Informasi dari Kapolres Kebumen memang demikian," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarot Padakova di Semarang, Rabu.
Namun utang piutang dalam hal ada, Djarot belum bisa memberikan penjelasan.
Adapun kronologi kejadian, lanjut dia, pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Nyariman masuk ke ruang kerjanya.
Hingga pukul 11.00 WIB, lanjut dia, kapolsek yang baru menjabat sekitar enam bulan itu tak kunjung keluar.
"Kemudian ruangannya dibuka paksa oleh anggota ternyata sudah dalam kondisi menggantung dengan seutas tali," katanya.
Nyariman meninggalkan tiga anak di mana dua di antaranya merupakan anggota polisi.
Saat ini, lanjut dia, tim dari Bidang Propam Polda Jawa Tengah sudah diterjunkan untuk menyelidiki kasus tersebut.
Sementara dari informasi yang diperoleh, Nyariman tewas gantung diri di ruang kerjanya yang dalam kondisi terkunci dari dalam.
Kejadian itu diduga bermula ketika Nyariman menjanjikan anak salah seorang anak buahnya untuk dibantu masuk ke Sekolah Calon Bintara.
Untuk bisa masuk, Nyariman diduga meminta uang pelicin sebesar Rp250 juta.
Namun, anak yang dibantunya tersebut gagal masuk Secaba dan uang sebesar Rp250 juta dikembalikan.
Permasalahan itu sendiri sudah dimusyawarahkan dengan unsur pimpinan Polres Kebumen. (Antara)
Berita Terkait
-
Video Intim Disebar ke Medsos, Gadis Ini Nekat Bunuh Diri
-
Jelang Lebaran, Anggota Polda Metro Tewas Secara Mengerikan
-
Kaget Divonis 4 Tahun Bui, Terdakwa Bunuh Diri di Depan Hakim
-
Tahanan Kasus Pencabulan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
-
Stres Diputusin Pacar, Pemuda Ini Gantung Diri di Kamar Mandi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat