Suara.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan Dimas Kanjeng Taat Pribadi bukan bagian dari pendukung Joko Widodo saat pelaksanaan pemilihan presiden tahun 2014.
"Kalau ditelusuri yang jelas pada saat pilpres yang lalu, Dimas Kanjeng bukan bagian dari pendukung Pak Jokowi sehingga nggak ada urusan dengan itu," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Dia membantah isu yang beredar bahwa Taat Pribadi pernah datang ke Istana dan menggandakan uang.
Menurut dia klaim itu tidak benar dan Istana tidak ada kaitan dengan urusan penggandaan uang.
"Yang jelas itu klaim nggak benar. Nggak ada urusan Istana dengan yang begitu-begitu. Apalagi menggandakan uang, wong kita nggak percaya dengan apa yang dilakukan sehingga dengan demikian nggak benar," katanya.
Namun, dia tidak membantah jika Taat Pribadi pernah datang ke Istana dan bersalaman dengan Presiden Jokowi.
Pramono menambahkan selama ini banyak masyarakat yang datang ke Istana dan bersalaman dengan Presiden karena Presiden menerima siapapun yang datang ke Istana.
"Jika kemudian masyarakat yang datang ke Istana salaman dengan Presiden, Wapres itu pasti banyak, karena namanya Presiden menerima siapa saja," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
-
8 Kasus Dukun Palsu Pengganda Uang yang Pernah Bikin Gempar Seluruh Indonesia
-
4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet
-
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir