Suara.com - Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia resmi mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tidak menggunakan maupun membawa perangkat Samsung Galaxy Note 7 di seluruh penerbangan Citilink Indonesia mulai, Rabu (19/10/2016).
VP Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan imbauan itu disampaikan demi keselamatann dan keamanan.
“Demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan bersama, dengan ini Citilink Indonesia meminta dengan tegas kepada seluruh penumpang untuk tidak membawa maupun mengaktifkan perangkat Samsung Galaxy Note 7 ke dalam seluruh penerbangan Citilink baik di dalam bagasi tercatat, kabin, maupun kargo.” kata Benny dalam siaran persnya.
Imbauan ini dikeluarkan oleh Citilink Indonesia menyusul ditemukannya sejumlah kasus terbakar dan meledaknya Samsung Galaxy Note 7. Itu disebabkan oleh adanya permasalahan pada baterai pada perangkat lama maupun perangkat pengganti.
Benny menambahkan bahwa imbauan ini juga telah disosialisasikan kepada seluruh unit di Citilink Indonesia. Terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan penumpang dan operasional penerbangan dan jugadi bandara-bandara yang diterbangi Citilink Indonesia.
Adapun sosialisasi mengenai kepada penumpang Citilink akan dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pengumuman secara tertulis di counter check in & boarding, pengumuman secara lisan saat boarding announcement, maupun melalui penguman resmi di situs web Citilink.
“Larangan mengenai aturan penggunaan Samsung Galaxy Note 7 ini berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut”, tutup Benny.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan