Maskapai berbiaya murah Citilink Indonesia akan membuka rute penerbangan baru ke Papua untuk memperluas pasar di timur Indonesia.
"Selama ini Citilink banyak terbang di daerah barat dan tengah, kita sangat kurang ke daerah timur. Dengan pesawat baru ini kita ingin memperkuat konektivitas dari timur ke barat," kata Direktur Keuangan Citilink Indonesia Mega Satria di Cengkareng, Provinsi Banten, Minggu (25/9/2016).
Hal itu disampaikan disela-sela penyambutan pesawat Airbus A320 Citilink yang ke-40 di hanggar 4 Garuda Maintenance Facilities (GMF) di Bandara Soekanto Hatta.
Diharapkan dengan perluasan layanan hingga ke wilayah timur tersebut dapat membantu pemerintah dan masyarakat untuk bepergian di dalam negeri serta membantu mempromosikan pariwisata dengan memudahkan konektivitas antar daerah.
"Tentunya kita juga ingin memperluas pangsa pasar di pasar domestik karena saat ini kita baru berkisar 14 sampai 15 persen," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan maskapai yang merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia itu akan diperkuat lagi dengan empat pesawat sejenis yang akan segera tiba di Tanah Air.
Meski merupakan maskapai berbiaya murah, namun Citilink memastikan tetap memberikan layanan prima dengan bekerja sama dengan layanan pemeliharaan berkelas dunia yaitu GMF.
"Kenapa kita harus memilih yang berstandar internasional karena kita memastikan dari peralatan baru. Jadi bukan hanya murah tapi juga aman dan nyaman," tambahnya.
Pesawat ke-40 Airbus A320 Citilink menempuh jarak 2.700 km dari Toulouse Perancis dan tiba Bandara Soekanto Hatta setelah terbang 18 jam dan transit di Uni Emirat Arab dan singgah sejenak di Bandara Kualanamu Medan.
Hadir dalam penyambutan tersebut Mega Satria, Direktur Keuangan Citilink Indonesia, Capt Fatahullah VP Flight Operation Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar VP Corporate Communication Citilink Indonesia dan Ario Widjoseno VP Corporate Secretary GMF Aeroasia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari