Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia bermitra dengan PermataBank untuk menjamin ketersediaan uang tunai (cash delivery service) dalam keadaan darurat selama 24 jam. Terutama untuk kebutuhan pencairan refund tiket dan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan dalam menjamin kenyamanan penumpang pada saat terjadi gangguan penerbangan.
Bentuk kerjasama penyediaan uang tunai darurat dengan skema ini merupakan yang pertama kalinya diterapkan di industri penerbangan. Citilink Indonesia merupakan maskapai pertama yang menerapkan kerjasama ini di Industri penerbangan komersil dan PermataBank menjadi bank pertama yang mendukung layanan ini.
Inovasi yang dilakukan oleh Citilink Indonesia dan PermataBank ini tersedia di 19 kota/bandara di Indonesia dan pengiriman uang tunai darurat tersebut akan dilakukan sepanjang hari - 24 jam 365 hari - sepanjang tahun. Sehingga, apabila terjadi pembatalan penerbangan yang disebabkan oleh faktor maskapai atau force majeur, maka penggantian uang tunai akan dapat diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam jangka waktu 2 hingga 3 jam setelah proses verifikasi data penumpang.
Dengan demikian, penumpang tidak perlu menunggu lama dan bisa mendapatkan uangnya kembali segera setelah mendapat pemberitahuan pembatalan penerbangan. PermataBank memberikan layanan ini dengan harapan agar Citilink dapat memberikan layanan terbaik kepada para penumpangnya dalam hal terjadinya gangguan penerbangan.
Penandatanganan perjanjian kerjasama penyediaan jasa layanan pengantaran uang tunai (cash delivery) antara Citilink dengan PermataBank dilakukan oleh Hadinoto Soedigno - Direktur Produksi Citilink Indonesia dan Bianto Surodjo – Direktur Retail Banking PermataBank di Kantor Pusat Citilink, Slipi, Jakarta Barat. Turut hadir dalam acara tersebut Alfredo Juliatur Hutapea – Vice President Citilink Indonesia, Djumariah Tenteram - Head of Wealth Management, Retail Liabilities Products & e-channel PermataBank dan para pejabat senior Citilink dan PermataBank lainnya.
“Kerjasama ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang tunai ke sejumlah bandara di Indonesia jika diperlukan untuk menjamin kenyamanan penumpang jika terjadi gangguan maupun pembatalan penerbangan, antara lain pencairan refund tiket di bandara,” ujar Hadinoto di Jakarta, Rabu (5/10/2016).
“Ini juga menjadi bukti nyata bahwa Citilink adalah maskapai yang customer oriented, bahwa kami terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik demi kepuasan penumpang,” tambah Hadinoto.
Bianto Surodjo – Direktur Retail Banking PermataBank menjelaskan,”Sinergi yang kami jalin dengan Citilink Indonesia ini makin menegaskan bahwa PermataBank berkomitmen untuk selalu memberikan solusi keuangan dan perbankan yang inovatif bagi para nasabahnya, bahkan di luar dari yang dapat diberikan oleh industri perbankan pada umumnya. Dengan solusi ini, Citilink akan dapat memberikan layanan terbaik untuk para penumpangnya dalam berbagai situasi”.
“Kami telah menyiapkan saluran khusus di PermataTel yang dapat di akses selama 24 jam sehingga petugas Citilink agar dapat segera berkoordinasi dengan kami dalam situasi yang diperlukan,” jelas Bianto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun