Suara.com - Dua orang prajurit Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti di Putussibau, Kalimantan Barat, tewas tenggelam. Keduanya tewas saat mencari ikan di sungai komplek asrama batalyon, Desa Sibau Hulu.
Pratu Imam Samsil Roki NRP 31100455010490 dan Praka Ahmad Rifani NRP 31050863040485 tenggelam. Hal ini disampaikan Dandim 1206/Putussibau Letkol Inf M Ibnu Subroto ketika dikonfirmasi via telepon.
Menurut Ibnu, berdasarkan kronologis kejadian yang diperoleh bahwa pada Kamis (10/11/2016) pukul 17.30 WIB, keduanya mencari ikan di sungai yang berada di Asrama Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti Putussibau menggunakan jaring ikan.
Kemudian, lanjut dia, pada Jumat (11/11/2016) pukul 06.30 WIB, pada saat pengecekan apel pagi keduanya tidak ikut apel. Ketika dicek ke rumah, keterangan istri Pratu Imam, yang bersangkutan belum pulang dari kemarin sore mencari ikan.
"Setelah dicek sepeda motor Praka Rifani ternyata masih ada di garasi barak antasari bersama dengan ember yang berisi ikan hasil jaring dan jaring masih terbentang di sungai tersebut," kata Ibnu.
Dandim mengatakan, Sertu Anang Sundria NRP 21100075031190 lalu menyelam ke bawah jembatan dan menemukan Pratu Imam Samsil Roki dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan Praka Rifani baru ditemukan pada pukul 15.00 WIB.
"Keduanya murni tenggelam dan tidak ada unsur lain," tegas Ibnu.
Pria yang baru saja menjabat Dandim itu menambahkan, jenazah Pratu Imam akan dibawa ke Pontianak, Kalbar sedangkan Praka Rifani akan dibawa ke Kalimantan Tengah untuk disemayamkan. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat