Suara.com - Presiden Joko Widodo mengaku heran dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, semua perhatian dan energi politik lebih banyak di Jakarta. Padahal daerah yang mengikuti Pilkada serentak pada Februari 2017 nanti tidak hanya Provinsi DKI Jakarta, namun ada 111 daerah di seluruh Indonesia, yang terdiri dari pemilihan calon Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Wali Kota-Wakil Wali Kota.
"Tapi kenapa energi dan konsentrasi kita hanya habis di Jakarta? Apa hitung-hitungannya. Apa kalkulasinya?
Kalau ada masalah yang berkaitan dengan hukum (merujuk kasus penistaan agama oleh petahana cagub DKI Jakarta, Ahok), ya sudah serahkan pada proses hukum," kata Jokowi dalam pidato di Rapat Pimpinan Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).
Dia menjelaskan, sebelum peristiwa demonstrasi pada 4 November lalu yang mendesak Pemerintah untuk mengusut kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, pihak Kepolisian telah melakukan proses hukum seperti pemeriksaan sejumlah saksi dan meminta keterangan saksi ahli. Jokowi pun menegaskan dalam kasusus tersebut dirinya tidak akan melakukan intervensi.
"Sejak awal, sebelum demo sudah saya sampaikan, (kasus dugaan penistaan agama) silahkan diproses di wilayah hukum. Kalau saya disuruh intervensi, ya tidak lah. Begitu sekali saya intervensi proses hukum, yang lain-lain akan datang ke saya. Pak, itu intervensi pak, lalu datang lagi, pak itu intervensi, pak. Apa seperti itu yang kita mau? Dan saya tidak mau seperti itu," ujar dia.
Jokowi menambahkan, proses hukum dalam kasus Ahok mengenai dugaan penistaan agama masih berjalan. Penanganan kasus dugaan penistaan agama tersebut juga tidak mudah, maka dari itu ia meminta semua pihak untuk menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib.
"Memang belum selesai, bahkan proses itu ada yang dua tahun, setahun ada, enam bulan ada. Tapi sudah saya sampaikan saat itu, proses ini akan cepat, tegas dan transparan. Mau ditambahi apa lagi kata-katanya kalau sudah seperti itu?" tutur dia.
Jokowi mengaku, yang membuat dia lebih heran adalah kenapa masalah Pilgub DKI tentang kasus Ahok, namun yang dituntut untuk bertanggung jawab dirinya selaku Presiden. Jokowi mengisyaratkan ada kekuatan atau aktor politik tertentu yang sengaja ingin menggoyang dirinya yang menjabat sebagai kepala negara saat ini. Namun Jokowi tak menjelaskan secara gamblang.
"yang lebih heran, ini kan masalah DKI, urusan DKI, lah kok urusannya digeser ke Presiden, ke saya. Coba kita pakai kalkulasi nalar saja, ini ada apa? Lah kalau saya sih senyam senyum saja," kata dia.
Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai alat pemersatu. Sebab, kata dia, ketatanegaraan Indonesia sangat menghargai kebhinekaan.
"Dan tugas kita adalah menjaga bersama. Saya sebagai Presiden, sebagi kepala negaraharus menjaga agar prinsip-prinsip dalam pancasila tetap utuh. Yang mayoritas saya ajak untuk melindungi minoritas, tetapi yang minor juga hargai yang mayoritas, ya sama-sama saling menghargai, saling menghormati," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara