Suara.com - Bencana banjir bandang kembali melanda sedikitnya lima desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu dampak hujan deras yang mengguyur daerah hulu dan Kabupaten Trenggalek yang memicu peningkatan debit sungai-sungai setempat.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berarti dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah akses jalan raya, perkampungan serta sejumlah areal persawahan/perkebunan terendam banjir.
"Hujan turun sejak tadi malam dan menyebabkan permukaan air sungai-sungai naik, mungkin dampak banjir kiriman dari wilayah Trenggalek," kata Khusainudin, warga Desa Bantengan, Kecamatan Bandung.
Informasi dari beberapa sumber warga dan perangkat, ada lima desa di dua kecamatan yang terdampak banjir bandang kiriman dari Trenggalek itu, yakni Desa Bantengan, Nglampir, Talun Kulon Kecamatan Bandung serta Desa Siyoto Bagus dan Tulungrejo, Kecamatan Besuki.
Akibat dari terjangan banjir membuat akses jalur dari Tulungagung menuju ke pantai Prigi Trenggalek terganggu.
Sebab, air dengan ketinggian antara 30 centimeter hingga 50 centimeter yang menggenangi jalan.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan PMK Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung Nadlori Alwi menyatakan banjir bandang tersebut dipicu luapan air sungai Karangtuwo, yang kemudian meluber hingga pemukiman penduduk sekitar.
"Daerah tersebut merupakan langganan banjir, apabila terjadi hujan dipastikan terjadi banjir," katanya.
Nadlori mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait akan permasalahan banjir tersebut yang terjadi di setiap tahunnya guna mencari solusinya.
Ia menyatakan, bencana banjir yang terjadi saat ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun materi.
Namun diakuinya aktivitas keseharian warga sempat terganggu.
"Untuk korban jiwa maupun materi tidak ada atau nihil. Banjir hanya mengganggu akses jalan menuju wisata Prigi dan aktivitas warga terganggu," ujarnya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan