Suara.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengedarkan surat imbauan agar menyiagakan tim medis pada semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kabupaten/kota serta Rumah Sakit Pemerintah setempat.
"Surat edaran Gubernur Riau sudah kami sampaikan ke semua kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Syafril di Pekanbaru, Minggu.
Andra menyebutkan tujuan siaga tim medis ini untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) secara signifikan.
"Gubernur meminta menyiagakan tenaga kesehatan untuk mengatasi jika suatu waktu DBD tidak terkendali," tegas Andra lagi.
Ia menambahkan semua dinas kesehatan kabupaten/kota juga sudah diingatkan agar melakukan antisipasi dan pengendalian berkembangnya nyamuk penyebab DBD dengan menggalakkan gotong-royong massal secara serentak.
Apa lagi musim penghujan mulai melanda Riau secara keseluruhan.
Menurut dia saat ini jumlah DBD di Riau mencapai 3.262 kasus, terbesar di Pekanbaru.
"Periode Januari-September 2016 ada 3.272 DBD. Meningkat sebanyak 1.272 kasus dibandingkan periode yang sama 2015 yang hanya 2.000 kasus," ujarnya.
Andra Syafril memperkirakan peningkatan kasus DBD akan terjadi lagi untuk bulan depan, apalagi merujuk pada evaluasi data siklus lima tahunan yakni pada Agustus sejak 2011 yang dipengaruhi badai La Nina.
"Potensi peningkatan kasus bisa terjadi karena pengaruh cuaca yang tidak menentu dibarengi musim hujan dan panas yang cenderung ekstrim," terangnya.
Ia menambahkan kasus DBD tertinggi berasal di Pekanbaru ada 773 kasus, disusul Kabupaten Bengkalis 761, Kampar 270, Kota Dumai 252, Siak 412, Kuantan Singingi 164, Inderagiri Hulu 160, Rohul 91, Inderagiri Hilir 97 dan Kabupaten Pelalawan sebanyak 75 kasus. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!