Suara.com - Tim kampanye pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mengimbau warga jangan membawa anak kecil ke markas pemenangan Ahok-Djarot di Jalan Lembang, nomor 27, Menteng, Jakarta Pusat.
Mengapa pendukung tidak boleh mengajak anak kecil? Sebab, semua kegiatan di Rumah Lembang merupakan bagian dari kampanye. Kehadiran anak-anak kecil di sana dikhawatirkan bisa dianggap melanggar aturan main kampanye.
"Ibu, bapak, tolong ya kalau ke sini (Rumah Lembang) agar tidak bawa anak-anak. Karena acara ini kan terdaftar sebagai kampanye. Jadi kalau ada anak-anak Pak Ahok bisa didiskualifikasi," ujar politisi Partai Nasional Demokrat Virgie Baker yang menjadi pemandu acara di kegiatan yang berlangsung di Rumah Lembang, hari ini.
Virgie mengajak pendukung Ahok-Djarot bekerjasama demi melancarkan proses kampanye pasangan nomor urut dua.
"Buat bapak-bapak dan ibu-ibu yang hari ini membawa anak-anak bisa diajak ke luar dulu, di depan sana ada ruangan ber-AC," katanya.
Menurut ketentuan, anak-anak di bawah usia 17 tahun dilarang dimobilisasi ke dalam kegiatan politik. Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 87 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pasangan kandidat yang terbukti melanggar ketentuan tersebut diancam hukuman lima tahun penjara atau denda maksimal Rp100 juta.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT