Suara.com - Warga Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, bernama Tunyati mengadukan kasus pungutan liar kepada calon wakil gubernur Jakarta petahana, Djarot Saiful Hidayat. Tunyati mengaku menjadi korban pungutan liar ketika ingin mengurus Kartu Jakarta Pintar untuk anaknya.
"Saya disuruh bayar Rp50 ribu untuk urus ini itu, tapi sampai sekarang anak saya belum dapat KJP, pak," kata perempuan berusia 38 tahun di Jalan Ali Sadikin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (23/11/2016).
Mendengar laporan Tunyati, Djarot menjawab dengan nada tegas bahwa pembuatan KJP gratis.
"Ibu bayar ke mana? Nama sekolah anak ibu apa?" kata Djarot.
Tunyati kemudian memberi tahu nama sekolah swasta yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Dia mengaku sudah memberikan uang Rp50 ribu kepada kepala sekolah sekitar dua tahun yang lalu.
"Sampai sekarang, anak saya sudah mau masuk SMP belum juga dapat KJP, pak," kata Tunyati.
Mendengar penjelasan Tunyati, Djarot menyarankan supaya dia mengurus KJP ke kelurahan. Selain itu, Djarot juga meminta agar warga tidak berbohong terkait kondisi ekonomi keluarga.
"Jangan mampu bilang nggak mampu. Kalau ada yang seperti itu laporkan," ujar Djarot.
Mantan Wali Kota Blitar mengimbau warga miskin untuk segera mendaftar sebagai peserta KJP. Program KJP dibuat untuk menghilangkan kasus putus sekolah.
"Ini harus kita cek terus supaya adil. Yang kurang mampu kami bantu biar pendidikan di Jakarta meningkat," kata Djarot.
KJP merupakan program untuk memberikan akses bagi warga Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA dan SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.
Berita Terkait
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Prabowo Klaim Kinerja Pemerintahannya 'Oke', Gerindra Sodorkan Angka Kepuasan Publik
-
2 Rekomendasi Cushion Make Over Terbaik dengan Full Coverage, Tahan 24 Jam
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026 Malam Ini: Jorge Martin Pole, Veda Ega Bakal Tancap Gas di Moto3
-
Kronologi Santri di Jakabaring Diduga Dianiaya Ustaz hingga Mata Lebam, Dilaporkan ke Polisi
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Saat Kemiskinan Merampas Kebebasan Cinta
-
IHSG Menuju Level 6.500 Besok? Ini Analisis dan Rekomendasi Sahamnya
-
Polisi Buru 2 Otak Perusakan Kabel Optik Pademangan, Dibayar Rp1 Juta untuk Jegal Pesaing
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar